Lebih dari 450 Hadir dalam Acara "Kisah-Kisah Mengagumkan Rasulullah saw"

Mercurynews.com

Meskipun memiliki penganut 1,6 miliar dari berbagai latar belakang dan budaya, Agama Islam dan para penganutnya masih banyak disalahpahami.

Atas dasar itu, Jamaah Muslim Ahmadiyah di Milpitas berupaya untuk mengubah persepsi tersebut, dengan sebuah upaya edukasi yang berjudul "Muhammad  - Kisah-kisah mengagumkan Nabi Muhammad saw," yang diselenggarakan pada hari Minggu sore di Ohlone College Smith Center.

Menurut ketua penyelenggara, Idrees Munir, terdapat banyak sentimen negatif terhadap Agama Islam dan penganutnya, kebanyakan disebabkan oleh 'tindakan kekerasan yang mengerikan yang dilakukan oleh beberapa orang yang telah keliru melakukan pembenaran dengan interpretasi menyimpang dari nilai-nilai dan ajaran Islam."

"Bagi sebagian besar Muslim yang cinta damai, yang diantaranya adalah Muslim Ahmadiyah, hal tersebut sangat menyakitkan melihat tindakan orang-orang fanatik yang telah membajak nama Islam dan nilai-nilai yang diberikan oleh Rasulullah saw," kata Munir.

Sebuah presentasi multimedia termasuk segmen video diberikan oleh Imam Azhar Haneef, Wakil Presiden dari Jamaah Muslim Ahmadiyah, Haneef berbicara tentang sifat dan karakteristik kehidupan Nabi Muhammad saw dan bagaimana hal itu dapat disajikan dalam kehidupan sehari-hari, kata Munir.

Program ini merupakan yang pertama dari rangkaian acara di wilayan ini. Jamaah Muslim Ahmadiyah berharap dapat membuat acara-acara serupa setahun sekali untuk masyarakat Bay Area.

Jamaah Muslim Ahmadiyah merupakan sekte Islam, dengan 15-20 juta anggota di 202 negara.




(KAJ)



Sumber:
Mercurynews.com
Themuslimtimes.org

Masjid Noor, Masjid Baru Ahmadiyah di Fiji

Jamaah Muslim Ahmadiyah Fiji telah meresmikan sebuah masjid baru di Seaqaqa, Vanua Levu pada 12 September 2014.

Ahmadiyah telah masuk ke Fiji pada 1961. Dan sampai sekarang ini, para anggota Jamaah Muslim Ahmadiyah Fiji telah membangun masjid di tiap wilayah.


Pulau Vanua Levu adalah pulau terbesar kedua di Kepulauan Fiji. Dengan karunia Allah, pulau ini telah memiliki 3 Masjid Ahmadiyah dan Rumah Misi. Ahmadiyah di Seaqaqa telah berdiri sejak 1989 namun belum mempunyai masjid karena belum mendapatkan lahan yang tepat.

Dengan karunia Allah, dan doa dari Hazrat Khalifah Masih V, didapatilah areal yang indah untuk pembangunan masjid. Huzur telah memberi nama Masjid Noor untuk masjid ini.

Peletakan batu pertama telah dilakukan oleh Amir dan Raistuttabligh Fiji, Maulana Fazal Ullah Tariq pada 5 July 2014. Pengerjaan Masjid yang berukuran 53x35 kaki terbilang cepat, sekitar tiga minggu. Peresmian Masjid dilakukan oleh Komisaris wilayah Northern Region, bapak Alipate Bolalevu.

Upacara peresmian masjid ini telah dihadiri lebih dari 200 anggota Ahmadiyah Fiji dan para tamu dari berbagai Departemen Pemerintah.

Pengerjaan Masjid ini telah menghabiskan dana sekitar 120.000 Dollar Fiji.

(KAJ)

Thejetnewspaper.com
Themuslimtimes.org

Ahmadiyah Meresmikan Masjid Pertamanya di Galway, Irlandia

Dengan rasa syukur Jamaah Muslim Ahmadiyah mengumumkan bahwa pada hari sebelumnya, Pemimpin tertinggi Jamaah Muslim Ahmadiyah, Khalifah kelima, Yang Mulia, Hazrat Mirza Masroor Ahmad telah meresmikan Masjid Maryam (Mosque of Mary) di Galway, Irlandia. Ini merupakan Masjid pertama yang dibangun oleh Jamaah Muslim Ahmadiyah di negara ini.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad tiba di lokasi pada 13.00 dan setelah meluncurkan sebuah plakat peringatan, beliau melanjutkan untuk menyampaikan Khutbah Jumat yang disiarkan secara langsung ke seluruh dunia, melalui MTA International.

Dalam khutbahnya beliau menjelaskan bahwa masjid baru ini, sesuai namanya, akan menjadi simbol perdamaian dan sarana untuk persatuan, sebagaimana masjid-masjid Ahmadiyah lainnya.

Beliau juga menjelaskan bahwa saat ini, Islam telah begitu banyak diftnah dan dicemarkan nama baiknya karena kebencian mereka terhadap tindakan yang dilakukan oleh mereka yang menamakan diri Muslim di berbagai tempat. Beliau menegaskan bahwa pada kenyataannya Islam justru sangat mengutuk segala bentuk terorisme dan ekstremisme.

Beliau melanjutkan bahwa Masjid Maryam ini tidak akan menjadi sarana bagi kekerasan atau ketidakadilan, melainkan akan menjadi sarana pengembangan perdamaian, toleransi dan saling menghormati bagi sesama.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

"Masjid kami adalah tempat dimana kami menyatakan perluanya perdamaian, persatuan dan toleransi dan tempat dimana kami mengutuk segala bentuk kekerasan dan ekstremisme."

Hazrat Mirza Masroor Ahmad berpesan kepada para pengikut Ahmadiyah:

"Setiap Ahmadi Muslim menyadari bahwa ini adalah tugasnya untuk melindungi semua agama dan untuk menunjukkan kasih sayang dan cinta tanah air. Semua itu adalah ajaran dari Alquran.

Beliau mengatakan bahwa karena ini adalah Masjid pertama yang dibangung maka akan banyak orang yang akan berdatangan untuk mengetahui Ahmadiyah di Irlandia dan tentunya semua orang akan diterima di Masjid ini.


Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan bahwa Masjid ini dinamai Masjid Maryam, ibunda Nabi Isa yang sangat dihormati oleh umat Islam karena kesalehannya. Beliau mengatakan bahwa Muslim Ahmadi harus berupaya untuk mengikuti contoh teladannya yang mulia tersebut.

Selesai khutbah, beliau memimpin shalat Jumat di Masjid baru tersebut. Sebelumnya beliau diwawancarai oleh The Irish Times dan RTE.

(KAJ)

Sumber:Alislam.org

Khalifah Ahmadiyah Menerima Penghargaan Perdamaian Dunia

Pemimpin dunia Jamaah Muslim Ahmadiyah, Hazrat Mirza Masroor Ahmad, Khalifatul Masih V, telah dianugerahi penghargaan dunia atas teladan kepemimpinan dan kontribusinya terhadap perdamaian dunia.

Penghargaan ini telah diberikan oleh Mr. Peter Lee dari Singapura, pada saat Pertemuan Tahunan Ahmadiyah (Jalsah Salanah) ke-48, Inggris, mewakili pemberi anugerah gelar perdamaian dunia dari Singapura, Dr Bhupendra Kumar Modi. BK. Modi merupakan pimpinan Spice Global, seorang konglomerat India yang berkantor pusat di Singapura. Ia diangkat oleh PBB sebagai Kordinator Millennium World Peace Summit untuk sub benua India. Modi menjadi warga negara Singapura pada tahun 2012 dan merupakan peringkat 23 Forbes orang terkaya Singapura.


Penghargaan tersebut juga diberikan serangkaian surat yang ditulis oleh Pimpinan Jamaah Muslim Ahmadiyah, Hazrat Mirza Masroor Ahmad, Khalifatul Masih V, kepada para pemimpin dunia akan kebutuhan mewujudkan perdamaian dunia dan sebuah ceramah tentang hidup rukun secara damai dengan tema: "Tuhan di abad ke-21," pada Konferensi Dunia Agama-agama di Guildhall, London pada Selasa, 11 Februari, 2014.

Dalan Pertemuan tersebut, Hazrat Mirza Masroor Ahmad, Pemimpin rohani Jamaah Muslim Ahmadiyah, menganjurkan pada hak-hak asasi manusia yang universal dan perdamaian dunia. Pesan perdamaian yang sama yang beliau sampaikan ke Parlemen Inggris, UK,  Capitol Hill, Amerika Serikat, dan Parlemen Eropa di Brussel.

Menurut beliau "dunia semakin terpecah dan resah dengan berbagai permusuhan dan konflik yang selalu muncul, terlepas dari semua pencapaian dan kemajuan di abad-abad sebelumnya. Perebutan supremasi kekuatan dunia dan lingkaran ekstremisme berpadu menciptakan malapetaka di dunia dan terus menjalar dari satu krisis kepada krisis yang lainnya. Di dalam skenario seperti itu, dimana kekuatan politik tidak berdaya, adakah sesuatu yang bisa ditawarkan oleh agama?

Agama, sering dituduh sebagai penyebab dan bukannya sebagai obat dari ketidakadilan dan kerusuhan, dan agama dianggap tidak mampu memberikan solusi yang jitu terhadap tantangan dunia modern yang kompleks. Jadi, bisakah agama merespon tantangan tersebut dan memungkinkan manusia-manusia untuk mencapai perdamaian di dunia saat ini? Dapatkah ia memberikan perdamaian yang diidamkan, yang dapat dicapai dan berkelanjutan? Bisakah agama menginspirasi kemajuan nyata di dunia yang nyata? Bisakah agama menawarkan harapan yang nyata?" Pemimpin Jamaah Ahmadiyah mengatakan.

Hazrat Masroor Ahmad juga menulis surat kepada para pemimpin dunia, mendesak mereka untuk benar-benar menerapkan keadilan sejati dan perdamaian dalam hubungan internasional untuk menghindari konflik regional yang bisa melanda seluruh dunia.

Dalam surat-surat tersebut tertulis "bangkitnya ateisme dan esktremisme agama nampaknya telah mengasingkan Tuhan dari kehidupan modern, tetapi masih terdapat suara-suara yang mendukung dengan kejelasan dan kepastian bahwa hanya dengan kembali kepada Allah dan ajaran-Nya manusia dapat benar-benar mengatasi akar penyebab yang merusak perdamaian dunia."

Pada tahun 2004, pemimpin Jamaah Muslim Ahmadiyah meluncurkan Simposium Perdamaian Nasional Tahunan yang dihadiri oleh hampir seribu orang, termasuk para menteri, anggota parlemen, pemimpin agama, diplomat dan pejabat lainnya.

Pada tahun 2009, beliau meluncurkan Annual Ahmadiyya Muslim Prize for the Advancement of Peace. (Penghargaan Muslim Ahmadiyah untuk Kemajuan Perdamaian). Ini adalah sebuah penghargaan perdamaian internasional bagi para individu atau organisasi yang telah menunjukkan komitmen luar biasa dan pengkhidmatan untuk menciptakan perdamaian dan kemanusiaan.

Pada tahun yang sama, beliau memulai kampanye perdamaian nasional yang diantaranya dengan mendistribusikan brosur-brosur yang mempromosikan pentingnya perdamaian melalui pemahaman yang benar. Di Inggris, brosur ini telah dibagikan ke empat juta rumah dan terus meningkat dari hari ke hari. Kampanye ini dilengkapi dengan kampanye kesadaran internasional yang menampilkan iklan di bus, billboard serta sejumlah besar simposium perdamaian lintas agama dan pameran-pameran Al-Qur'an.

Pada tahun 2012, saat ketegangan skala global yang terus meningkat, Beliau menulis serangkaian surat kepada para pemimpin dunia, menyerukan resolusi damai terhadap konflik dunia.

Beliau membukukan kampanye damai beliau yang berjudul, World Crisis and the Pathway to Peace, disana ia memperingatkan dunia akan bahaya yang mengancam dan bagaimana cara mencegahnya dan memetakan arah perdamaian.

Sumber: www.thegazellenews.com

(KAJ)

Irlandia: Masjid Pertama di Galway Akan Dibuka Bulan Ini

Pemimpin Jamaah Muslim Ahmadiyah, Yang Mulia Hazrat Mirza Masroor Ahmad, akan membuka masjid pertama di kota Galway dalam sebuah acara khusus bulan ini.

Masjid Maryam (Mosque of Mary), No.2, The Cottage, Old Monivea Road, Ballybrit, akan dibuka secara resmi pada Jumat 26 September.

Masjid tersebut akan diresmikan dan dibuka untuk umum pada tanggal 26 September pada saat pelaksanaan Shalat Jumat dan Khutbah yang disampaikan oleh Hazrat Mirza Masroor Ahmad pada 13.00. Acara tersebut akan disiarkan langsung dari Galway melalui Muslim Television International - Sky Channel 787 dan www.mta.tv/live/. Upacara peresmian tersebut akan berlangsung dari 19:30-21:30, disertai dengan jamuan makan malam. Mereka yang mengikuti acara ini hanya untuk undangan saja.

Penamaan Masjid Maryam mengacu pada sosok Siti Maryam, yang merupakan seorang tokoh yang dihormati dalam Islam dan memiliki Surah tersendiri di dalam Al-Qur'an sebagai dedikasi untuk beliau dan kisah hidupnya.

Dr. Nauaman Iftikhar dari Jamaah Muslim Ahmadiyah mengatakan masjid ini akan menjadi "simbol perdamaian dan cinta bagi masyarakat Galway dan bahkan untuk seluruh masyarakat Irlandia. Masjid Maryam telah dirancang dengan memperlihatkan keanggunan gaya klasik, dipadukan gaya tradisional dan kontemporer memadukan ciri Muslim dan Gaelik.

Sumber:
http://www.advertiser.ie
http://ahmadiyyatimes.blogspot.com

(Jusman)

550.000 Orang Bergabung ke Dalam Ahmadiyah



TheGazelleNews - Lebih dari 550.000 orang dari kalangan Muslim dan non muslim telah bergabung kepada Jamaah Muslim Ahmadiyah secara global dalam rentang tahun 2013 sampai sekarang. Pemimpin dunia Jamaah Muslim Ahmadiyah, Hazrat Mirza Masroor Ahmad, Khalifatul Masih V mengumumkannya pada acara penutupan Jalsah Salanah Inggris ke-48, sebuah pertemuan Islam di Oakland Farm di Hamshire, UK.

Dalam laporannya, beliau mengumumkan bahwa Jamaah Muslim Ahmadiyah sekarang telah berdiri di 206 negara dunia, dan selama satu tahun terakhir Jamaah Muslim Ahmadiyah telah berdiri di dua negara baru, Belize dan Uruguay.

Pemimpin Jamaah Muslim Ahmadiyah mengatakan bahwa selama satu tahun terakhir Jamaah Muslim Ahmadiyah telah menyelesaikan terjemahan Al-Qur'an ke dalam bahasa Maori, bahasa yang digunakan di beberapa bagian Australia. Sehingga, Ahmadiyah sekarang telah menterjemahkan Al-Qur'an kedalam 72 bahasa.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan bahwa kemajuan Jamaah Muslim Ahmadiyah ini adalah semata-mata karena bantuan Allah, karena banyak mereka yang telah dibimbing pada kebenaran Islam dan Ahmadiyah oleh Allah taala melalui mimpi.

Diperkirakan lebih dari 30.000 Muslim Ahmadi telah menghadiri Jalsah Salanah Inggris dan telah menyatakan janji setia kepada Khalifah dalam sebuah acara yang dikenal sebagai 'Bai'at.

Selama Jalsah Salanah, Ahmad juga mengibarkan Bendera Ahmadiyah Islam, sementara Rafiq Hayat, Amir Nasional Jamaah Ahmadiyah Inggris, mengibarkan Union Jack.

Jutaan Muslim ahmadi di seluruh dunia ikut ambil bagian dalam upacara ini secara live melalu MTA International dan Murhi International Television, (MITV) di Nigeria.

Pada hari Jum'at Beliau menyampaikan Khutbah Jumat dan kemudian menyampaikan pidato penutupan dimana beliau berbicara tentang akhlak sejati Nabi Muhammad saw.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan: "Al-Qur'an telah menyatakan bahwa Nabi Muhammad saw sebagai 'rahmat bagi seluruh umat Islam' - dan kasih sayang nya tidak terbatas hanya kepada Muslim saja melainkan meliputi semua orang, di seluruh dunia dan sepanjang masa.

Dengan demikian misi dari Jamaah Muslim Ahmadiyah adalah untuk menyebarkan kasih dan sayang Nabi Suci Muhammad saw ke penjuru dunia.

Sumber: www.thegazellenews.com

(Jusman)

30.000 orang Berkumpul di Pertemuan Muslim Terbesar dan Tertua di Inggris

Sekitar 30.000 Muslim dari seluruh dunia berkumpul di sebuah perkampungan Hampshire untuk sebuah acara selama tiga hari yang bertujuan untuk mempromosikan perdamaian.

UK - Heart.co.uk - Para anggota Jamaah Muslim Ahmadiyah akan berada di acara internasional yang dikenal sebagai 'Jalsah Salanah' itu, di Oakland Farm, East Worldham dekat Alton. Jalsah Salanah adalah pertemuan Muslim yang terbesar dan tertua di Inggris, dimana 2014 ini menandai perlaksanaan yang ke-48 acara ini di Inggris.

Para peserta yang hadir di acara tersebut akan mengucapkan 'janji kesetiaan' mereka kepada Hadhrat Mirza Masroor Ahmad, Pemimpin dunnia dan Khalifah Jamaah Muslim Ahmadiyah. Mereka juga akan mendengarkan serangkaian ceramah yang disampaikan oleh Mirza Masroor Ahmad dalam beberapa subjek guna meningkatkan kerohanian, perdamaian dan kasih sayang.

Jamaah Muslim Ahmadiyah adalah gerakan Islam yang damai, yang telah berdiri di Inggris lebih dari  100 tahun. Pendirinya, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, mengklaim dirinya sebagai Imam Mahdi dan Almasih yang telah dijanjikan di dalam kitab-kitab suci agama Kristen, Yahudi dan Islam. Beliau berdiri melawan segala bentuk kekejaman dan menegaskan kembali bahwa Islam yang sebenarnya adalah agama yang damai.

Para peserta dalam acara ini akan berdatangan dari 89 negara yang berbeda untuk menghadiri acara Jalsah Salanah ini.

Fakta-fakta tentang acara ini adalah:
  • 30.000 orang - Pertemuan Muslim Terbesar  di UK
  • 48 tahun - Pertemuan Muslim tertua di UK 
  • 89 negara - Dihadiri dari perwakilan 89 negara di seluruh dunia (Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, Timur Tengah dan Afrika Utara, Asia Selatan dan Tenggara, dan Australasia)
  • Janji Setia pada Khalifah - diikuti oleh 30.000 orang dan puluhan juta orang lainnya via satelit pada hari Minggu.
  • 200 hektar - lokasi acara ini berada di peternakan Hampshire, yang berubah menjadi sebuah desa global dua minggu sebelum acara, dan dibongkar kembali selam seminggu. Fasilitasnya termasuk akomodasi dapur, makanan, bazar, perpustakaan, toko buku, stasiun TV dan radio.
  • 5.000 relawan - pertemuan ini di atur oleh para relawan dari UK (2.000 perempuan dan 3.000 laki-laki)
  • 80 juta orang - semua proses acara ditransmisikan ke lebih dari 80 juta orang di seluruh dunia dan secara bersamaan diterjemahkan ke dalam lebih dari 12 bahasa. 
  • Hadhrat Mirza Masroor Ahmad akan menyampaikan lima ceramah selama tiga hari pelaksanaan acara
  • Pengibaran bendera Union Jack oleh Amir Nasional Ahmadiyah Muslim Inggris.
  • 300.000 roti (Irisan roti Asia) -semua proses memasak dilakukan di lokasi oleh para relawan. Termasuk menjalankan sebuah pabrik roti yang memproduksi sekitar 300.000 roti dalam rataan 10.000 per jam. 
  • Pameran tentang hak-hak masyarakat dan manusia diadakan selama tiga hari.
Sumber: www.heart.co.uk

(kaj)