May 24, 2012

Kembali Masjid Ahmadiyah dicemarkan oleh Polisi Pakistan

Sementara Polisi di India sibuk mempertahankan properti Ahmadiyah yang diserang dan diduduki secara paksa oleh massa militan Islam, di seberang perbatasan, di Pakistan, polisi Punjab juga mendatangi masjid Baituz Zikr di Gharri Shabo, Lahore, tempat terjadinya serangan teroris 2010.

Di India di sebuah kota dekat Hyderabad, pembangunan menara masjid ditentang oleh Muslim militan lokal yang tidak setuju masjid dibangun terlihat terlalu menyerupai masjid.

Di Pakistan motif polisi  Punjab untuk mendatangi Masjid Baituz Zikr di Lahore, bagaimanapun sangat berbeda dengan rekan-rekan mereka di India, seperti yang dilaporkan oleh media sosial.

Menurut Mr Saleemud Din, perwakilan Jamaah Muslim Ahmadiyah Pakistan, Polisi punjab datang ke Masjid Baituz Zikr untuk menghapus atau menutupi Kalimah Syahadat dari fasilitas Ahmadiyah yang para Ahmadi menganggapnya sebagai bagian keimanan mereka.

Dilaporkan, beberapa ulama Islam militan sangat marah kalimah thoyyiba yang masih telihat di celah-celah antara papan kayu yang sebelumnya telah di pasang oleh polisi untuk menyembunyikan tulisan kalimah syahadat di masjid ahmadiyah dan mereka mengancam aksi jalanan.

Hukum Pakistan melarang Ahmadiyah untuk mengaku sebagai Islam dan melarang membangun masjid mereka yang mirip dengan masjid Islam lainnya.

Polisi segera memenuhi tuntutan para militan dan mengahapus kalimah syahadat tersebut.

Insiden itu tejadi terjadi setelah beberapa minggu ketika Polisi punjab juga merusak muka bangunan Masjid Ahmadiyah di Sultan Pura, Lahore sambil menghapus kalimah Syahadat dan tulisan Allah.
Perwakilan Ahmadiyah mengatakan bahwa tanggung jawab polisi adalah untuk menegakkan hukum dan melindungi masyarakat, tetapi polisi Punjab selalu berada di garis depan dalam penganiayaan terhadap minoritas.

Saleemud Din mengingatkan orang bahwa kejadian kemaren terjadi di Baituz Zikri di Ghari Shabo - lokasi yang sama dimana sejumlah Ahmadi menyerahkan nyawa mereka pada tahun 2010.

Pada tanggal 28 Mei 2008, dua Masjid Ahmadiyah di Ghari Shabo dan Model  Town - diserang oleh Taliban Pakistan dan menewaska 87 orang Ahmadi oleh pembom bunuh diri dalam aksi pembunuhannya.

Sumber: Ahmadiyya Times

Berikut cuplikan video penghapusan Kalimah Syahadat yang ada di Masjid Ahmadiyah pada tahun 2010


Polisi India Berhasil mengusir Massa yang Menduduki Masjid Ahmadiyah

Hyderabad: Polisi berhasil mengusir massa ekstrem Islam yang secara paksa menduduki Masjid Ahmadiyah di Jedcharla, sebuah kota yang terletak sekitar 50 mil dari Hyderabad di Bangalore-Hyderabad National Highway, India.

Menurut sumber yang melaporkan dari tempat kejadian, polisi juga menemukan kuncinya dan memperingatkan pemimpin massa terhadap konsekuensi serius jika kejadian serupa terulang.

Pada 16 Mei, menurut laporan itu lebih lanjut, sekitar 150 massa yang marah menyerang masjid dan secara paksa menyingkirkan anggota Jamaah Ahmadiyah, mereka secara ilegal menduduki lokasi.

Ulama Islam dalam massa tersebut mengklaim bahwa menara masjid yang dibuat menjadikan gedung tersebut mirip seperti masjid dan karenanya mereka hendak mengambil alih gedungnya dengan mengatakan "kami akan menggunakannya."

Setelah masuk dengan paksa dan menduduki, massa tidak membiarkan setiap anggota Jamaah Ahmadiyah untuk masuk ke lokasi dan ulama melakukan pertemuan anti-Ahmadiyya di lokasi yang diduduki.

Masalah ini telah dilaporkan kepada polisi setempat dan kerjasama mereka dan membantu pengambilalihan gedung oleh pemilik yang sah, demikian dilaporkan.

Berbeda dengan di Pakistan dimana polisi biasanya bergabung dengan para ekstrem Islam dan militan dalam menindas Muslim Ahmadi dengan mengotori propreti mereka dan menyiksa dan membunuh orang dewasa mereka. Anggota Ahmadi India memuji tindakan capat yang dilakukan oleh lembaga penegak hukum mereka.

".. Di India kita memiliki harapan dalam sistem dan administrasi," tulis Shahid Pervez dalam menyampaikan perasaan dari anggota Ahmadi setempat.

Sumber: Ahmadiyya Times

May 18, 2012

Siapakah Nabi Muhammad?

Siapakah sosok Nabi Muhammad (saw) Apa yang beliau ajarkan? Teladan apa yang beliau berikan kepada pengikut Beliau?

Kita akan menemukan pertanyaan-pertanyaan tersebut, dimana orang-orang seluruh dunia semakin bertanya tentang hal itu, namun nampaknya sedikit tempat untuk menemukan jawaban yang benar dan substansial.

Kurangnya informasi yang kredibel telah menyebabkan sejumlah besar informasi yang salah. Mengingat situasi ini kami, Muslim Ahmadiyah Seattle, telah memutuskan untuk mengadakan acara untuk menginformaskan serta menjawab setiap pertanyaan teman-teman dan tetanga yang ingin bertanya tentang kehidupan dan karakter Nabi Muhammad saw atau Islam secara umum.

Silahkan bergabung dengan kami untuk acara simposium dengan judul "Who was Muhammad" dalam hal Akhlak dan Kehidupan Nabi Muhammad saw.

Ayo bergabung dengan kami yang akan membahas topik-topik dibawah ini:

1. Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari oleh Irfan Chaudry
2. Relasi Rasulullah dengan Kristen dan Yahudi oleh Maulana Ahmad Mubasher
3. Rasulullah dan Persamaan Ras oleh Muhammad Iqbal Omer

Brosur acara tersedia disini: http://www.amiseattle.org/admin/doc/Who_was_Muhammad.pdf

Waktu: Minggu, 17 Juni 2012
Pukul : 11.00 - 13.00
Tempat: Ahmadiyya Muslim Community Center, 19212 Highway 99, Seattle, WA 98036

Registrasi Online: http://amiseattle.org

Pre-Register ini diperlukan untuk keperluan konsumsi yang akan disajikan untuk setiap para tamu.

Sumber: http://ahmadiyyatimes.blogspot.com/2012/05/who-was-prophet-muhammad.html

May 16, 2012

Dakwah Islam Damai dari Pintu ke Pintu

Menyebarkan Pesan Damai Islam dari pintu ke pintu

The Weekly Voice | The Muslim Times

Vaughn: Pada 6 Mei, di seluruh Kanada, di 80 kota dan tetangga, anggota Jamaah Muslim Ahmadiyah melakukan dakwah mereka untuk menghilangkan persepsi negatif tentang Islam dengan cara berdialog dengan masyarakat dari pintu ke pintu. Mereka merayakan hari menyebarkan pesan Islam damai. Suatu perayaan yang unik, karena ribuan anggota dari Jamaah Muslim Ahmadiyah berpartisipasi dalam kampanye "Cinta untuk semua - kebencian tidak untuk siapapun" dan menggalakkan perdamaian dengan membagi-bagikan selebaran yang berisi pesan Islam yang sebenarnya. Pria, wanita, anak-anak muda dan orang tua, semua terlibat dalam kampanye.

Dalam kampanye ini termasuk juga dengan menawarkan Alquran lengkap dengan terjemahan bahasa Inggris untuk setiap orang yang menginginkan. Beberapa kutipan dari tulisan-tulisan Masih Mau'ud yang mendirikan Jamaah Muslim Ahmadiyah pada tahun 1889 yang tugasnya untuk menghidupkan kembali iman di dunia, termasuk dalam selebaran, yang dibagikan secara nasional.

Sumber: www.themuslimtimes.org

Apr 30, 2012

Berbagi Kebenaran Islam di Cornwall

Cornwall - Muslim dari berbagai daerah berada pada kampanye untuk memberikan pendidikan di kota-kota kecil tentang kebenaran agama mereka (Islam) dan beberapa waktu berada di Cornwall akhir pekan ini.

Muneer Ahmad Khan berasal dari Ottawa untuk melakukan pameran Islam - yang digelar di perpustakaan Umum Cornwall - untuk menjelaskan bahwa kampanye ini diadakan setelah terjadinya pembakaran Alquran yang dilakukan secara sengaja di sebuah pangkalan militer Amerika Serikat di Afganistan.

"Kita memilih kota-kota... dimana orang-orang tidak mendapatkan kesempatan melihat Islam secara lebih dekat," kata Khan. "Ini adalah kesempatan untuk bertemu orang-orang di berbagai kota berbeda."

Dia mengatakan mereka percaya bahwa pendidikan adalah kunci untuk mengatasi pembagian antara agama dan kelompok massa. Terutama ketika tensi tinggi dan liputin-liputan media tentang negara-negara Islam begitu gencar.

"Pandangan mereka datang dari berbagai sumber yang mereka dapat" kata Khan tentang masyarakat yang mereka kunjungi. "Kami ingin menghapus kesalahpahaman tentang Islam dan semua agama."

Kelompok Pemuda Ahmadiyah yang berbasis di Toronto, Kanada yang mengorganisir acara ini telah berkunjung ke Cornwall sebelumnya dan berencana untuk kembali lebih sering berhubungan dengan penduduk.

"Untuk membangun hubungan, dibutuhkan lebih dari satu kali pertemuan." Katanya, menambahkan bahwa kelompok - 2.600 orang yang fokus untuk kegiatan kemanusiaan - ingin terlibat dalam badan-badan amal setempat dan kegiatan-kegiatan di dalam masyarakat.

"Kami telah mengambil kota ini, katanya. " Kami juga ada untuk membantu masyarakat."

Khan telah berkeliling di seluruh wilayah Ottawa, serta Kingston dan Brockville, untuk acara-acara serupa seperti di daerah-daerah lain - selalu di perpustakaan. Dia mengatakan Perpusatakaan adalah lingkungan yang baik untuk belajar dan menyebarkan pengetahuan.

"Kami tidak menganggap ini sebagai sukarela," kata Khan. "Kami anggap ini sebagai tanggung jawab kami."

Pameran digelar akhir pekan ini difokuskan pada Hukum Syariat, sebuah topik kontroversial yang banyak terkait dengan penganiayaan perempuan. Beberapa orang ditempatkan untuk menjawab berbagai pertanyaan dan menjelaskan berbagai aspek Islam.
(jusman)

Sumber:  Standard-freeholder.com

Apr 10, 2012

Jamaah Ahmadiyah mengadakan Seminar Perdamaian di Bihar



Source: Jagran
Bhagalpur, Bihar

Minggu, 8 April, Majelis Khuddamul Ahmadiyah baru-baru ini menyelenggarakan simposium perdamaian di distrik Bhagalpur, Bihar.

Pada malam itu, menteri kesehatan Ashwini Kumar Shounet menyatakan bahwa rasa saling persaudaraan dapat menciptakan kemajuan masyarakat, bangsa dan negara. Beliau lebih jauh menyatakan bahwa setiap agama menekankan pada prinsip non kekerasan. Ia menghimbau kepada masyarakat untuk melanjutkan karya-karya tersebut di masa depan.

Bapak Walikota Dr. Vina Yadav menyatakan bahwa sebagaimana persatuan dalam keluarga bisa menghasilkan kemajuan, begitu juga kesatuan bangsa akan memajukan bangsa itu sendiri.

Para pembicara menyatakan bahwa masyarakat Ahmadiyah tersebar di 200 negara dan berkomitmen untuk mempromosikan pesan perdamaian dunia dan cinta untuk semua dan tidak ada kebencian pada siapapun diantara pengikut semua agama.

Beberapa pembicara mendesak bahwa untuk membangun perdamaian dunia dan persaudaraan, para penganut semua agama perlu untuk mengekspresikan niat baik, cinta dan saling menghormati. Bukan mengkritisi pemimpin, avatar dan nabi-nabi semua agama.

Para pembicara menyatakan ide-ide mereka pada pembentukan perdamaian dunia dari tulisan suci semua agama-agama. (KAJ)

Sumber: http://www.themuslimtimes.org/2012/04/countries/india/ahmadiyya-muslim-community-organizes-peace-symposium-in-bihar