30.000 orang Berkumpul di Pertemuan Muslim Terbesar dan Tertua di Inggris

Sekitar 30.000 Muslim dari seluruh dunia berkumpul di sebuah perkampungan Hampshire untuk sebuah acara selama tiga hari yang bertujuan untuk mempromosikan perdamaian.

UK - Heart.co.uk - Para anggota Jamaah Muslim Ahmadiyah akan berada di acara internasional yang dikenal sebagai 'Jalsah Salanah' itu, di Oakland Farm, East Worldham dekat Alton. Jalsah Salanah adalah pertemuan Muslim yang terbesar dan tertua di Inggris, dimana 2014 ini menandai perlaksanaan yang ke-48 acara ini di Inggris.

Para peserta yang hadir di acara tersebut akan mengucapkan 'janji kesetiaan' mereka kepada Hadhrat Mirza Masroor Ahmad, Pemimpin dunnia dan Khalifah Jamaah Muslim Ahmadiyah. Mereka juga akan mendengarkan serangkaian ceramah yang disampaikan oleh Mirza Masroor Ahmad dalam beberapa subjek guna meningkatkan kerohanian, perdamaian dan kasih sayang.

Jamaah Muslim Ahmadiyah adalah gerakan Islam yang damai, yang telah berdiri di Inggris lebih dari  100 tahun. Pendirinya, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, mengklaim dirinya sebagai Imam Mahdi dan Almasih yang telah dijanjikan di dalam kitab-kitab suci agama Kristen, Yahudi dan Islam. Beliau berdiri melawan segala bentuk kekejaman dan menegaskan kembali bahwa Islam yang sebenarnya adalah agama yang damai.

Para peserta dalam acara ini akan berdatangan dari 89 negara yang berbeda untuk menghadiri acara Jalsah Salanah ini.

Fakta-fakta tentang acara ini adalah:
  • 30.000 orang - Pertemuan Muslim Terbesar  di UK
  • 48 tahun - Pertemuan Muslim tertua di UK 
  • 89 negara - Dihadiri dari perwakilan 89 negara di seluruh dunia (Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, Timur Tengah dan Afrika Utara, Asia Selatan dan Tenggara, dan Australasia)
  • Janji Setia pada Khalifah - diikuti oleh 30.000 orang dan puluhan juta orang lainnya via satelit pada hari Minggu.
  • 200 hektar - lokasi acara ini berada di peternakan Hampshire, yang berubah menjadi sebuah desa global dua minggu sebelum acara, dan dibongkar kembali selam seminggu. Fasilitasnya termasuk akomodasi dapur, makanan, bazar, perpustakaan, toko buku, stasiun TV dan radio.
  • 5.000 relawan - pertemuan ini di atur oleh para relawan dari UK (2.000 perempuan dan 3.000 laki-laki)
  • 80 juta orang - semua proses acara ditransmisikan ke lebih dari 80 juta orang di seluruh dunia dan secara bersamaan diterjemahkan ke dalam lebih dari 12 bahasa. 
  • Hadhrat Mirza Masroor Ahmad akan menyampaikan lima ceramah selama tiga hari pelaksanaan acara
  • Pengibaran bendera Union Jack oleh Amir Nasional Ahmadiyah Muslim Inggris.
  • 300.000 roti (Irisan roti Asia) -semua proses memasak dilakukan di lokasi oleh para relawan. Termasuk menjalankan sebuah pabrik roti yang memproduksi sekitar 300.000 roti dalam rataan 10.000 per jam. 
  • Pameran tentang hak-hak masyarakat dan manusia diadakan selama tiga hari.
Sumber: www.heart.co.uk

(kaj)

Khalifah Ahmadiyah Pembawa Perdamaian

Oleh Dr. Sohail Husain | New Haven Register | 3 Juni 2013


Berita-berita terkini memperlihatkan laporan tentang para pemimpin bermasalah di dunia. Termasuk para ektrimis yang haus darah, para mullah yang pemarah dan para penguasa yang keras hati. Juga banyak kicauan sangat sinis yang menyangsikan seorang muslim bisa membangun kehidupan yang damai. Dan kita bertanya: Kemanakah orang-orang baik dalam kelompok ini?

Dalam bulan terbaru ini beberapa topik di media mengangkat kunjungan unik seorang pemimpin Muslim, dari London ke Los Angeles, kunjungan Yang Mulia Mirza Masroor Ahmad, seorang wujud khalifah spiritual atau Khalifah Islam dan Pemuka dunia Jemaat Muslim Ahmadiyah.

Khalifah ke-5 sekarang adalah penerus dari pendiri Jemaat Muslim Ahmadiyah, Hazrat Mirza Ghulam Ahmad dari Qadian, India yang mendakwakan diri sebagai sang-Reformer dan Almasih yang dijanjikan menjelang akhir abad ke-19.

Jemaat Muslim Ahmadiyah menyebutkan jumlah terkini pengikutnya sebesar puluhan juta yang tidak hanya berhimpun di Afrika Barat dan anak benua India namun juga di lebih dari 200 negara di dunia. Ini membuktikan Khalifah Masroor sebagai pemimpin masa kini dengan jumlah pengikut melebihi kelompok-kelompok Muslim lain dan nyata sebagai Khalifah Islam.


Berikut adalah pesan utama sang Khalifah yang dibawa ke L.A yang beliau kemukakan dalam sebuah pidato penting di hadapan 350 orang pemimpin politik, para cendekia universitas dan pemimpin komunitas setempat di Beverly Hills. Beliau menjelaskan bahwa sebenarnya para awalin Muslim di masa Rosululloh saw berperang hanya untuk mempertahankan diri dan demi menciptakan kebebasan beragama namun kini perang-perang agama tidak lagi diperlukan dan tidak memiliki tempat.

Dengan demikian, para ulama Muslim harus meninggalkan fantasi jihad pedang mereka yang menumpahkan darah. Bahkan sang Khalifah menganjurkan pemisahan urusan gereja ( dalam lingkungan Islam: Masjid) dari urusan negara.


Pesan sang-Khalifah berbeda jauh dengan pemahaman politik para mullah dari negara-negara tertentu yang menimbulkan budaya intoleransi. Umpamanya apa yang dikemukakan dari polling Pew yang menghenyakkan, dirilis bulan ini yang menyatakan 2/3 Muslim di Afghanistan, Mesir dan Pakistan mendukung hukuman mati bagi mereka yang murtad.


Padahal apa yang diusung mereka bertentangan dengan ayat penting di dalam Al Quran yang menyatakan tidak ada pemaksaan dalam urusan beragama dan dengan demikian tidak ada hukuman bagi siapapun atas kemungkarannya.


Untuk menghilangkan gambaran yang lancung tentang Islam yang garang, sang-Khalifah memerintahkan Jemaat Muslim Ahmadiyah USA me-launching sebuah gerakkan yang dikenal dengan nama "Muslims for Peace," beranggotakan terbanyak dari kalangan muda Muslim. Mereka membagikan brosur-brosur berisikan pesan Islam yang damai ke pintu-pintu rumah dan di jalan-jalan.


Di Los Angeles, sang Khalifah menyatakan, "kapanpun organisasi jihadis bertindak atas nama Islam dan salah memahami ajaran-ajaran sebenarnya Islam, kami harus menghadapinya dengan berani dan bersuara." Enam ratus ribu brosur kemudian disebar dan ini berjalan terus.


Pesan lain dari sang Khalifah adalah menyatukan manusia dalam ke-Esaan Tuhan dan menyeluruh bertujuan dalam mengkhidmati kemanusiaan. Untuk maksud yang terakhir disebut ini Jemaat Muslim Ahmadiyah telah membangun puluhan rumah sakit dan hampir 600 sekolah di berbagai tempat di negara-negara dunia ketiga yang menawarkan perawatan kesehatan cuma-cuma dan pendidikan bagi semuanya tanpa melihat latar belakang.


Sementara Thaliban berusaha menembak mati aktifis muda Pakistan, Malala Yousafzai yang membela hak-hak wanita untuk memperoleh pendidikan, Khalifah Islam justeru membangun banyak sekolah-sekolah untuk anak perempuan. Dengan demikian siapa sebenarnya yang berpendirian dalam Islam? Demikianlah sang Khalifah menginspirasi dengan menyebutkan sabda Nabi Muhammad bahwa dengan mendidik anak-anak perempuanmu maka surgamu akan didapat.

Bagi USA di tahun 2011, untuk mengenang korban 10 September, sang Khalifah langsung memerintahkan untuk mengorganisir donor darah di seluruh dunia. Telah berlangsung 260x donor darah setelahnya. Kami bekerjasama denga gereja-gereja, sinagog-sinagog dan universitas-universitas dalam mengumpulkan 10.000 sumbangan darah. Kemudian di tahun 2012, Kami berhasil mengumpulkan lebih dari 11.000 kantung darah. Program tersebut terbilang sangat sukses di dalam memenuhi kebutuhan vital dan hal ini menjadi program amal tahunan kami dalam gerakan "Muslims for Life."


Mungkin anda bertanya-tanya: siapa yang mendanai proyek-proyek sang Khalifah? Itu bukan uang bantuan. Bukan dari Departemen Negara, bukan pula dari pemerintahan manapun. Kontribusi dari para pengikutnya bisa menutup dana utama bagi kegiatan-kegiatan Jemaat Muslim Ahmadiyah. Dengan demikian tidak ada jaringan apapun yang terkait dalam pekerjaan kemanusiaan sang Khalifah.


Apapun sinisme yang muncul, sang-Khalifah tetap memiliki misi sebarkan kebajikan. Dan hanya untuk itulah Islam didirikan. Sebenarnya moto resmi komunitas ini hanyalah: Love for All, Hatred for None.


Daripada mempermasalahkan tentang siapa pembuat onar lebih baik tetap menjaga cahaya kebaikan, membuat pencerahan bagi para pemimpin Muslim seperti halnya sang Khalifah Islam yang sedang membuat pengaruh positif baik bagi Muslim maupun dunia. Di hari akhir nanti, Anda tidak akan skeptis selamanya. Tetapi tidak seharusnyakah fakta membuktikan kepada mereka?

--------------------
Dr. Sohail Husain, seorang dokter penyakit anak, adalah mantan Qaid Khudam Jemaat Ahmadiyah Connecticut, USA (www.alislam.org). Para pembaca bisa berkirim surat kepadanya di alamat 43 Surrey Drive, North Haven 06473 dan kontak Email: sohailzhusain@gmail.com.

Alih bahasa: Iin Qurrotul Ain binti T Hidayatullah

dikutip dari: ArhLibrary.com
Sumber asli: www.nhregister.com

Love for All Hatred for None, Moto Damai Ahmadiyah

Source: Luqman Ahmad | cultures-et-croyances.com  

Love for All Hatred for None adalah moto perdamaian universal, keadilan, kesetaraan, cinta, saling pengertian dan kerukunan. Moto ini diciptakan oleh Khalifah Ketiga Ahmadiyah, Hadhrat Mirza Nasir Ahmad.

Hadhrat Mirza Nasir Ahmad menciptakan moto ini pada kesempatan peresmian Masjid pertama di Spanyol pada 9 Oktober 1980 setelah 700 tahun terakhir (setelah runtuhnya kekuasaan Islam di Andalusia)



Dalam menerangkan moto ini beliau mengatakan: "Islam mengajarkan hidup saling mencintai dan kasih sayang serta penuh kerendahan hati."

Islam berarti damai dan berupaya menegakkan prinsip-prinsip perdamaian, saling mencintai dan kasih sayang. Bagaimana seseorang dapat memastikan rasa saling mencintai itu bisa terus menyebar? jelas dengan kerendahan hati. Saya percaya aspek kerendahan hati adalah alasan utama mengapa "hatred for none" ada dalam moto itu. Jika seseorang bersikap rendah hati, ia akan mengakui bahwa mereka memiliki banyak kekurangan dan pada saat yang sama ia belajar untuk mengabaikan kekurangan orang lain, sehingga hal itu membantu menumbuhkan sikap meniadakan kebencian kepada siapapun.

Banyak para pejabat mengomentari kekaguman mereka terhadap moto ini, tetapi saya ingin mengambil pendekatan yang berbeda dalam mendapatkan arti sebenarnya dari moto Love for All Hatred for None. Kita harus memahami bahwa moto ini diciptakan oleh seorang pribadi yang harus melalui salah satu keadaan yang paling sulit dalam sejarah Jemaat Ahmadiyah.  Beliau harus memimpin seluruh anggota Ahmadiyah yang dinyatakan non-muslim oleh Mahkamah Agung Pakistan yang telah membuka kotak pandora penganiayaan tak berujung. Kepedihan beliau tak dapat digambarkan hanya dengan kata-kata.

Di masa-masa penganiayaan tersebut Hadhrat Mirza Nasir Ahmad mengatakan:

"Saat hari-hari tersebut, terdapat malam-malam tertentu dimana saya tidak tidur selama satu menit tanpa berdoa bagi seluruh anggota Jamaah."

Hal itu benar-benar mengundang pertanyaan orang-orang bagaimana beliau mampu menganjurkan pesan perdamaian seperti itu saat beliau sendiri dalam keadaan hati yang menderita. Hal ini juga menegaskan kembali bahwa memang Allah taala lah Penolong sejati dari Pemimpin Spiritual yang terpilih.

Meskipun penganiayaan terhadap Jemaat Ahmadiyah terus berkembang beberapa waktu terakhir, Ahmadiyah tetap mempertahankan moto yang sama. Para jurnalis banyak menanyakan bagaimana bisa seseorang bisa benar-benar mencintai semua orang dan tidak membenci siapapun?

Khalifah Ahmadiyah saat ini, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad telah menetapkan definisi moto ini yang berguna seumur hidup.

Beliau mengatakan

"Love for All Hatred for None" mengandung arti kita tidak memiliki permusuhan, tidak ada kedengkian, dan tidak ada dendam bagi siapapun di dalam hati kita."

Definisi beliau sejalan dengan sunnah Nabi Muhammad saw. Seorang wanita tua biasa melemparkan kotoran kepada Rasulullah saw setiap kali beliau melewati rumahnya. Suatu hari saat beliau lewat, beliau tidak melihat ada yang melemparkan kotoran. Beliau pergi ke rumah wanita tua itu untuk menanyakan mengapa dia tidak melemparkan kotoran dan dia menjawab bahwa dia sedang sakit hari ini. Atas kunjungan Rasulullah wanita itu terpesona oleh sikap beliau.

Sungguh ini sejalan dengan definisi yang diberikan oleh Hadhrat Mirza Masroor Ahmad.

Tidak ada permusuhan dalam hati kita. Beliau pernah mengomentari bahwa Pakistan semakin meningkat dalam hal penganiayaan terhadap warga Ahmadiyah, doa-doa kita juga harus tingkatkan untuk Pakistan supaya diselamatkan dari kondisi mereka saat ini. Moto ini tidak hanya di atas kertas saja atau diucapkan ketika saat wawancara tetapi Jemaat Ahmadiyah berusaha menjadi contoh hidup dari moto ini.

Jemaat Ahmadiyah memiliki organisasi amal yang dikenal dengan Humanity First yang berusaha untuk memberikan bantuan bencana di seluruh dunia. Pada tahun 2005, sekitar 10 warga Ahmadiyah disyahidkan di wilayah Mong, Pakistan. Dalam waktu 24 jam salah satu gempa bumi terburuk melanda wilayah terpencil di Pakistan.

Pada Khutbah Jumat berikutnya, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad memberikan khutbah tentang pengabdian terhadap kemanusian. Dan kemudian bagaimana Humanity First setelah itu langsung memobilisasi upaya pemberian bantuan ke daerah yang tertimpa bencana. Ini adalah bentuk ketinggian dari Love for All Hatred for None. Walaupun berduka karena kewafatan para syuhada Jemaatnya, semangat kemanusiaan mereka tetap menonjol.

Ahmadiyah memang tidak mendukung konflik tertentu yang terjadi antar negara tetapi walau demikian, di United Kingdom, mereka melakukan poppy appeal (penghormatan kepada pahlawan) untuk menggalang dana untuk para veteran Inggris. Di Amerika Serikat, untuk mengenang korban-korban peristiwa 9/11, Ahmadiyah setiap tahun mengumpulkan lebih dari 10.000 kantong darah. Ini adalah contoh-contoh praktis Love for All Hatred For None dan banyak lagi contoh-contoh lainnya di seluruh dunia.

Ketika perdebatan tentang pembangunan Masjid Ground Zero mencapai puncaknya, salah satu pernyataan yang paling islamis datang dari Hadhrat Mirza Masroor Ahmad:

"Jika izin diberikan, maka Jemaat Ahmaidyah menginginkan sebuah Gereja, Sinagog, Kuil dan tempat ibadah semua agama agar dibangun di sepanjangnya. Karena hal ini akan menunjukkan kesatuan sejati dalam masyarakat." Satu contoh lain bagaimana Love for All Hatred For None telah diterapkan oleh Ahmadiyah.

Love for All Hatred For None benar-benar pesan universal. Kapanpun, dimanapun Hadhrat Mirza Masroor Ahmad menyampaikan pesan-pesan beliau, banyak pejabat non-muslim yang menghadiri pidato beliau. Yang pertama dan paling utama, beliau selalu menghargai mereka atas kedatangannya ke acara yang mana mereka sangat tahu acara tersebut diselenggarakan oleh Ahmadiyah.

Ini adalah tujuan Hadhrat Mirza Masroor Ahmad yaitu memenangkan hati orang dengan Love for All Hatred For None, dan betapa besarnya pekerjaan besar yang beliau lakukan dalam mencapai tujuan ini setelah setiap pidato yang beliau berikan. Banyak para pejabat berkomentar bahwa dengan pesan damai ini, perdamaian dunia sejati tiba-tiba menjadi mungkin.

Islam secara tegas tidak membenarkan penyebaran dengan pedang sebaliknya Al-Qur'an mengajarkan pesan Love for All Hatred For None dalam bentuk teladan. Bahkan ketika Al-Qur'an memberikan izin untuk melawan, hal itu dilakukan dalam rangka membela diri, karena perdamaian bener-benar dipertaruhkan. Jika Allah taala tidak mengizinkan umat Islam untuk berperang pada waktu itu, tempat ibadah dari semua agama lain akan dipertaruhkan. Sebagaimana dalam Surat 22 ayat 40. Ini menunjukkan bahwa Love for All Hatred For None bukanlah pesan ekslusif Ahmadiyah melainkan pesan Islam itu sendiri.

Love for All Hatred For None adalah pesan yang membantu menjaga kehidupan pribadi seseorang. Ketika seseorang dihadapkan pada kekurangan orang lain, seseorang didorong untuk berpikir tentang moto mereka dan menyadari bahwa mereka diberitahu untuk tidak menyimpan kebencian atau permusuhan apapun bagi siapapun.

Jika seluruh dunia mengikuti moto Love for All Hatred For None ini dalam arti sebenarnya, tentu kita akan lebih dekat dengan perdamaian dunia dengan cepat. Hadhrat Mirza Masroor Ahmad menganjurkan berbuat baik bahkan terhadap mereka yang telah berlaku kejam, dengan harapan hati mereka akan melunak. Semoga dunia benar-benar memahami moto perdamaian universal ini - Love for All Hatred For None.

Masjid Ahmadiyah Terbesar di BC diresmikan 18 Mei 2013 (Video)


Masjid Ahmadiyah terbesar di BC akan diresmikan di Delta, Sabtu (18 Mei 2013) di 9750, pukul 11 pagi.

Jemaat Ahmadiyah mengajak semua masyarakat British Columbia pada peresmian umum Masjid Baitur Rahman dari 11.00 sampai 14.00. Ribuan tamu termasuk para pejabat diharapkan akan menyaksikan acara pembukaan tersebut.

Ahmadiyah mengajak masyarakat British Columbia untuk mengunjungi resmi kami (www.vancouvermosque.com) dan mendaftarkan diri untuk partisipasi kehadirannya.

Masjid Baiturrahman akan menjadi salah satu masjid terbesar di British Columbia.

Ini adalah suatu kehormatan besar bagi Jemaat Ahmadiyah Kanada bahwa masjid ini akan diresmikan oleh Hadhrat Mirza Masroor Ahmad. Beliau adalah pemimpin agama dunia yang terdepan memperjuangkan dialog antar agama dan perdamaian dunia.

Masjid Baitur Rahmad akan menjadi tempat umum untuk mengadakan kegiatan dialog lintas agama dan komunitas dengan orang-orang dari semua agama untuk mengembangkan perdamaian dan kerukunan.

Berikut videonya:




Sumber: VoiceOnline.com