Feb 20, 2012

"Ahmadiyah tidak Dilarang" Tegas SBY

"SBY menegaskan pemerintah mengakomodir kebebasan rakyat untuk beribadah sesuai dengan keyakinannya. Termasuk bagi rakyat Indonesia penganut Ahmadiyah, pemerintah berjanji akan memfasilitasinya. "Ahmadiyah, negara tidak melarang tetapi negara mengatur."
Berita Ahmadiyah | Nasional
Source: Inilah.com
Oleh: Laela Zahra

INILAH.COM, Jakarta - Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memaparkan situasi dan perkembangan isu kepada seluruh duta besar di Indonesia.

Di hadapan 128 perwakilan negara tersebut, SBY membahas berbagai isu, termasuk agama. SBY mengungkapkan keanekaragaman budaya, agama, dan etnis, menjadi ciri bangsa ini. Pemeliharaan kerukunan rakyat antaretnis dan budaya dalam beragama juga menjadi perhatian pemerintah, meski kerap kali terjadi konflik.

Namun SBY menegaskan pemerintah mengakomodir kebebasan rakyat untuk beribadah sesuai dengan keyakinannya. Termasuk bagi rakyat Indonesia penganut Ahmadiyah, pemerintah berjanji akan memfasilitasinya. "Ahmadiyah, negara tidak melarang tetapi negara mengatur," ujar SBY di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu (15/2/2012).

Ketika ajaran agama masuk ke Tanah Air dan diyakini oleh sekelompok masyarakat, kata SBY, maka tugas negara mengakomodir dan menjamin hak-hak tiap warga negara untuk menjalankan ajaran keyakinan yang dianutnya.

"Ketika ada ajaran yang berbeda, itu harus mendapatkan keyakinan dan itu tugas negara menata dan mengaturnya agar tidak terjadi benturan. Jadi saya mengatakan we do regulate, semua untuk kebaikan," kata SBY.

Kendala Ahmadiyah dan pengikut keyakinan-keyakinan yang kurang menonjol, menurut SBY, karena permasalahan perizinan sarana ibadah dan distorsi pemahaman dengan masyarakat sekitar. "Ini sebetulnya masalah perizinan, masalah dengan masyarakat lokal. Kami terus mengelola dengan pendekatan hukum dan sosial," kata SBY. [bar]

Sumber asli: http://nasional.inilah.com/read/detail/1830423/sby-ahmadiyah-tidak-dilarang

Ahmad Heryawan Menyayangkan Perusakan Masjid Ahmadiyah

"Segala bentuk tindakan anarkis tidak dibenarkan secara hukum dan jelas merupakan sebuah pelanggaran terhadap hukum. "Yang jelas, perilaku anarkis, kekerasan itu pelanggaran hukum," kata Ahmad Heryawan.

Berita Ahmadiyah | Nasional
Source: Republika

Redaktur: Djibril Muhammad
Senin, 20 Pebruari 2012 15:06 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyayangkan pengrusakan sebuah masjid milik warga Ahmadiyah di Kampung Cisaar, Desa Haurwangi, Kecamatan Haurwangi, Cianjur, Jabar, Jumat (17/2) lalu.

"Sudah sepi, ngak ada kejadian. Ya Allah Ya Rabbi, kita ngak mau ada kejadian seperti itu lagi," kata Ahmad Heryawan, di Aula Barat Gedung Sate Jalan Diponegoro Nomor 22 Kota Bandung, Senin (20/2).

Heryawan menuturkan, untuk mencegah hal serupa pihaknya akan terus melakukan dialog dan pembinaan dengan berbagai pihak. "Pembinaan terus-menerus, kita sudah serahkan kepada yang berwajib. Pengamanan di mana-mana melekat. Pencegahan terus menerus kita lakukan, selain itu kita juga melakukan dialog, terus melakukan pembinaan supaya hal serupa tidak terjadi lagi," kata Heryawan.

Menurut dia, segala bentuk tindakan anarkis tidak dibenarkan secara hukum dan jelas merupakan sebuah pelanggaran terhadap hukum. "Yang jelas, perilaku anarkis, kekerasan itu pelanggaran hukum," kata Ahmad Heryawan.

Sebelumnya, pada Jumat (17/2) lalu, massa tidak dikenal melakukan pengrusakan terhadap masjid milik warga Ahmadiyah di Kampung Cisaar, Desa Haurwangi, Kecamatan Haurwangi, Cianjur, Jawa Barat.

Kapolres Cianjur, AKBP Agus Tri Heriyanto, mengatakan, aksi yang dilakukan ratusan orang tidak dikenal tersebut, bukan warga sekitar perkampungan Ahmadiyah, melainkan orang luar.

"Keterangan warga luar perkampungan, mereka tidak mengenali wajah-wajah pelaku yang datang secara serempak. Massa terorganisir, langsung melakukan pengrusakan terhadap masjid milik warga Ahmadiyah," katanya.

Dia menambahkan, sebelum peristiwa anarkis tersebut terjadi, pihaknya telah menempatkan beberapa orang anggotanya, untuk menjaga asset milik warga Ahmadiyah tersebut. Namun massa yang datang dari belakang perkampungan, berhasil mengecoh petugas.

Pantauan di lokasi, masjid milik warga Ahmadiyah tersebut, sebagian besar rusak berat, terutama dibagian atap dan kaca jendela. Keterangan warga yang sempat melihat aksi anarkis tersebut, massa secara membabi buta, masuk ke dalam dan kebagian atap masjid.

Secara serempak pula, massa merusak benda-benda yang ada di dalam masjid dan diakhiri dengan merusak bagian atap masjid. Namun tidak seorang pun warga sekitar atau warga Ahmadiyah yang berani mencegah aksi massa tersebut.

Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara

Feb 10, 2012

Serangan Amerika Tewaskan Kepala Alqaeda Pakistan

"Mansur bertanggungjawab atas serangan di Karachi dan di masyarakat minoritas Ahmadi yang menewaskan hampir 100 orang di kota timur Lahore pada Mei 2010. Ahmadiyah, yang dianggap sebuah sekte Islam, menjadi subyek diskriminasi di Pakistan yang menyatakan mereka non-Muslim pada tahun 1974."

Berita Ahmadiyah | internasional
Sumber: Tribun News
 Penulis: Samuel Febrianto  |  Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM - Serangan pesawat tempur milik Amerika Serikat (AS) di Pakistan kembali menelan korban, kali ini korbannya merupakan salah satu kepala kelompok teroris internasional Al Qaeda.

Badar Mansur, yang konon dikirim ke Afghanistan untuk mengelola kamp pelatihan milisi Al Qaeda, di Waziristan Utara, tewas dalam serangan menjelang fajar dekat perbatasan Afghanistan, seperti dikatakan oleh pejabat Pakistan, dan anggota kelompoknya kepada AFP, Kamis (9/2/2012).

"Ia tewas dalam serangan rudal semalam di Miranshah. Kematiannya menjadi pukulan telak bagi Al Qaeda, dan melemahkan kemampuan tempurnya untuk menyerang di Pakistan," kata seorang pejabat senior yang enggan diungkapkan namanya.

Kematiannya juga telah dikonfirmasi oleh salah satu pengikutnya. "Badr Mansur tewas dalam serangan rudal," seorang militan yang dikonfirmasi melalui telepon.

Namun para petinggi dinas intelijen Paksitan di Miranshah, kota utama di wilayah Waziristan Utara, belum bisa memastikan kematian Mansur.

"Kami tidak yakin. Kami tidak bisa memberikan konfirmasi begitu saja," kata salah satu dari mereka AFP tanpa menyebut nama.

Berdasarkan laporan, dalam serangan rudal pesawat tanpa awak militer AS itu, tewas sedikitnya empat militan.

Militer AS, belum mengkonfirmasi kebenaran serangan tersebut, namun seorang pengamat kotra terorisme mengungkapkan Mansur merupakan kepala lokal Al-Qaeda dan salah satu sasaran utama Amerika di Pakistan.

"Jika itu benar, ini adalah kabar baik bagi perjuangan anti-terorisme, dan ini sangat penting bagi AS dan Pakistan," katanya.

Para pejabat Pakistan mengatakan, Mansur bertanggungjawab atas serangan di Karachi dan di masyarakat minoritas Ahmadi yang menewaskan hampir 100 orang di kota timur Lahore pada Mei 2010.

Ahmadiyah, yang dianggap sebuah sekte Islam, menjadi subyek diskriminasi di Pakistan yang menyatakan mereka non-Muslim pada tahun 1974.

Berumur sekitar 40-an, berasal dari Dera Ghazi Khan di provinsi Punjab, ia pindah ke Miranshah beberapa tahun lalu untuk mendirikan kamp pelatihan.

sumber: http://www.tribunnews.com/2012/02/09/kepala-al-qaeda-tewas-dirudal-pesawat-tanpa-awak

HRWG: Pemerintah Abai Terhadap Perlindungan HAM

Pada 2011 pemerintah tidak pernah serius menindaklanjuti berbagai kasus pelanggaran HAM terkait kebebasan beragama. Pemerintah sempat mendapat surat keprihatinan dari komisioner tinggi HAM PBB terkait perlindungan kasus gereja GKI Yasmin, pembunuhan tiga orang jamaah Ahmadiyah di Cikeusik, dan perlindungan terhadap kelompok Ahmadiyah.

Berita Ahmadiyah | Nasional
Source: Tribun News
Penulis: Srihandriatmo Malau  |  Editor: Ade Mayasanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Human Rights Working Group (HRWG) menyebut pemerintah telah mengabaikan perlindungan hak asasi manusia (HAM) warga Indonesia.

Ali Akbar Tanjung, UN Program Manajer HRGW mengatakan, sepanjang 2011 pemerintah justru menjadikan penegakan HAM sebatas bahan pencitraan.

"Politik HAM internasional negeri masih sebatas pencitraan," ujar Ali Akbar saat menggelar keterangan pers di Gedung Jiwasraya, Jalan R.P Soeroso, Jakarta Pusat, Sabtu (4/2/2012).

Menurutnya, pada 2011 pemerintah tidak pernah serius menindaklanjuti berbagai kasus pelanggaran HAM terkait kebebasan beragama. Pemerintah sempat mendapat surat keprihatinan dari komisioner tinggi HAM PBB terkait perlindungan kasus gereja GKI Yasmin, pembunuhan tiga orang jamaah Ahmadiyah di Cikeusik, dan perlindungan terhadap kelompok Ahmadiyah.

Namun atas berbagai masalah tersebut, pemerintah dinilai tak tegas menindak pelaku pelanggaran HAM.
"Ketidaktegasan pemerintah menyebabkan kasus-kasus pelanggaran HAM di Indonesia terus terjadi hingga saat ini," ungkapnya.

http://www.tribunnews.com/2012/02/04/pemerintah-dinilai-abai-soal-perlindungan-ham

Said Aqil: Stop Kekerasan Terhadap Ahmadiyah

Perbedaan aliran, bahkan keyakinan, tidak boleh dijadikan alasan pembenar bagi tindakan kekerasan terhadap pihak yang lain, sesama warga negara.

sumber gambar: saudinewstoday.com
Berita Ahmadiyah
Sumber: Suara Merdeka
A Adib / CN26 / JBSM

LOMBOK, suaramerdeka.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengimbau agar kekerasan terhadap kelompok minoritas, terlebih kekerasan yang mengatasnamakan agama seperti terhadap warga Ahmadiyah, dihentikan. Ketua Umu PBNU KH Said Aqil Siraj  menegaskan, agama tidak mengajarkan adanya kekerasan kepada penganutnya.

"Kekerasan harus dihentikan. Tidak ada kekerasan dalam agama. Begitu juga sebaliknya, orang yang melakukan kekerasan tidak sedang mengamalkan ajaran agama," kata KH Said Aqil Siraj saat menyampaikan tausyiah dalam acara istighotsah dan tabligh akbar di Bencingan Agung Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Kamis (19/1).

Dalam acara yang dihadiri sekitar 10 ribu warga nahdlyyin tersebut, Kiai Said juga mengatakan, perbedaan aliran, bahkan keyakinan, tidak boleh dijadikan alasan pembenar bagi tindakan kekerasan terhadap pihak yang lain, sesama warga negara.

Dicontohkan, di Lombok sempat tersiar kabar warga Ahmadiyah diusir dari rumah yang ditempati. Hal tersebut jelas tidak dibenarkan."Mereka tinggal di rumah dan tanahnya sendiri, mereka juga warga negara yang punya hak memiliki. Tidak boleh main kekerasan hanya karena beda akidah," tandas alumni Universitas Ummul Qura, Mekkah itu.

Untuk mengatasi permasalahan beda akidah sesama umat Islam, Kiai Said  meminta agar diselesaikan dengan cara-cara yang lebih santun. "Undang ke pengajian, jelaskan bagaimana Islam yang sebenarnya. Kalau orang tuanya tidak bisa, siapa tahu anak cucunya nanti bisa kembali ke jalan yang benar," jelasnya.

PBNU juga meminta pemerintah pusat dan daerah lebih bersungguh-sungguh menjamin kebebasan berkeyakinan warga negara sebagaimana diamanatkan konstitusi. Kepada anak-anak muda NU, khususnya anggota Barisan Serbaguna (Banser) GP Ansor, Kiai Said melarang keras mereka untuk turut ambil bagian dalam aksi kekerasan.

"Anak-anak Ansor jangan sekali-sekali bertindak sendiri. Kepolisian juga harus bisa menjamin keamanan warga Ahmadiyah, dan Ansor apabila diminta wajib memberikan bantuan pengamanan," tandasnya.

Sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2012/01/19/107213/Umat-Islam-Jangan-Musuhi-Warga-Ahmadiyah

Feb 1, 2012

Ahmadiyah Dalam Pandangan Guntur Romli

Berikut adalah rangkuman dari akun twitter Guntur Romli (@GunturRomli) tentang pandangannya terhadap perjuangan dakwah dan tantangan Ahmadiyah. silahkan menyimak.

Tweet from @GunturRomli
31 Januari 2012

@GunturRomli: Tantangan & perjuangan jemaat #ahmadiyah menyebarkan paham Islam yg damai di Eropa & Amerika sungguh luar biasa

@GunturRomli: Satu pihak jemaat #ahmadiyah menghadapi islamofobia baik dr kalangan fundamentalis agama mayoritas atau ras, pihak lain dr dlm umat Islam

@GunturRomli: Di negara2 non mayoritas muslim #ahmadiyah disalahpahami krn muslim, tp di kalangan muslim sndri mrk difitnah dianggap sesat

@GunturRomli: Tp perjuangan #ahmadiyah tdk surut,mrk bangun masjid2,sekolah2,pusat2 layanan sosial,trjmahin quran yg tdk hanya bhs nasional tp bhs suku

@GunturRomli: Drmana dana #ahmadiyah? Mrk tdk sprti salafi/syiah yg punya sokongan negara kaya minyak (saudi/iran) dana #ahmadiyah dr swadaya pengikutnya

@GunturRomli: Ada fitnah klau masuk #ahmadiyah dibayar, yg bener malah sebaliknya pengikutnya bayar iuran bulanan, menyisihkan 1/16 dr pendapat bersih

@GunturRomli: Dgn swadaya dana dr pengikutnya itu #ahmadiyah membangun masjid2, sekolah2, kegiatan2 dakwah, santunan di seluruh dunia

@GunturRomli: Yg saya salut pd pengikut #ahmadiyah mrk sdah bayar pajak, zakat, bayar iuran organisasi bulanan, msh tak henti2 difitnah & diintimidasi

@GunturRomli: Ohya unt Jemaat #ahmadiyah Indonesia (JAI) mungkin satu2nya ormas Islam yg tdk terima dana dr APBN atau sumbangan2 pemerintah Indonesia

@GunturRomli: #ahmadiyah bangun masjid tdk buka kotak amal di jalanan, tdk pula bikin proposal bantuan, itu dikumpulkan dikit2 dr iuran pengikutnya

@GunturRomli: Klu ormas bikin acara munas, mukernas atau apa lah namanya pasti ada proposal,#ahmadiyah bikin jalsah salanah (tahunan) tdk minta2 sumbangan

@GunturRomli: Kalau bicara bgmn membangun ormas yg independen baik dr dana & politik, keterbukaan & manajemen anti-korupsi ya sama #ahmadiyah

@GunturRomli: Di negara di mana pengikut&kegiatan #ahmadiyah mapan,iuran pengikutnya dikirim unt subsidi negara blum mapan,misal singapur unt papua nugini

@GunturRomli: Ujung tombak #ahmadiyah adlh para muballigh mrk wakafkan diri,24 jam unt jemaat,ada santunan, rumah dinas (bukan milik) hrus siap dipindah2

@GunturRomli: Krn ada santunan, muballigh #ahmadiyah hidup sederhana, tdk cari omprengan di luar organisasi, hidup mrk total unt jemaat & organisasi

@GunturRomli: Pengikut #ahmadiyah diwajibkan jd warga negara suatu negara dgn baik, taat pada aturan & bayar pajak, meski balasannya tak slalu mujur

@GunturRomli: Di Indonesia skrng #ahmadiyah bikin pertemuan tahunan (jalsah salanah) diam2, sembunyi2 & kucing2an persis klmp2 pro-demokrasi zaman Orba

@GunturRomli: Apa sih isi jalsah #ahmadiyah? ceramah agama Islam, aturan2 organisasi & shalat tahajud berjemaah, kegiatan gini kok dilarang2, aneh

@GunturRomli: Mengikuti jalsah pengikut #ahmadiyah tdk bayar lagi, meski 3 hari, transportasi, akomodasi & konsumsi semua gratis, dr mana dananya?

@GunturRomli: Dananya dr iuran bulanan itu, apa yg diberikan oleh jemaat akn kmbali ke mereka,makanya terbangun 'trust' antr pengikut&pimpinan #ahmadiyah