"Kecaman terhadap pembiaran negara atas kekerasan terhadap rakyat di Indonesia juga disampaikan sebulan terakhir ini pasca-pembantaian tiga WNI penganut paham Ahmadiyah di Cikeusik, Banten.Amnesty Internasional dan pelbagai lembaga menyesalkan hukuman yang dijatuhkan atas pembunuhan tiga WNI dengan vonis di bawah satu tahun dan dalam tuntutan tidak disampaikan tuduhan pembunuhan."
Kontras: Presiden Harus Minta Maaf
JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Dewan Federasi Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Usman Hamid mendesak Presiden agar meminta maaf kepada korban tindak kekerasan pada masa lalu.
Usman Hamid yang berbicara di depan dialog panel Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) di Jakarta, Kamis (18/8/2011) sore, mengatakan, permintaan maaf tersebut sangat mendesak.
"Perlu pernyataan resmi dalam bentuk pengakuan dan permintaan maaf kepada para korban atas pelanggaran HAM pada masa lalu. Meningkatkan akuntabilitas penegakan hukum dan terwujudnya kepastian hukum serta mewujudkan keadilan restoratif untuk memulihkan harkat dan martabat kehidupan para korban," kata Usman.
Ia mencontohkan, PM Inggris Tony Blair pernah meminta maaf kepada masyarakat Irlandia atas kasus kelaparan besar yang menewaskan satu juta orang di sana pada abad ke-19 (Irish potato famine), Presiden Chile Patricio Aylwin Azocar meminta maaf kepada rakyat atas kekejaman rezim Jenderal Augusto Pinochet, demikian pula dilakukan para kepala negara di Norwegia, Denmark, Ratu Inggris kepada warga Maori di Selandia Baru, dan Amerika Serikat terhadap warga asli Hawaii.
Usman menyarankan sejumlah rekomendasi dan strategi kepada LPSK untuk menjalankan perannya. Adapun kecaman terhadap pembiaran negara atas kekerasan terhadap rakyat di Indonesia juga disampaikan sebulan terakhir ini pasca-pembantaian tiga WNI penganut paham Ahmadiyah di Cikeusik, Banten.
Amnesty Internasional dan pelbagai lembaga menyesalkan hukuman yang dijatuhkan atas pembunuhan tiga WNI dengan vonis di bawah satu tahun dan dalam tuntutan tidak disampaikan tuduhan pembunuhan.
Sumber: http://nasional.kompas.com/read/2011/08/19/17155967/Kontras.Presiden.Harus.Minta.Maaf.






0 comments:
Post a Comment