”Saya berharap melalui kegiatan itu dapat memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan kehidupan ke arah yang lebih harmonis dan mempererat kerukunan di daerah-daerah yang rawan konflik,” Dian Rachmat Januar Kadin sosial Kadinsosnaker
Ketua FBM, Harun, didampingi Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab.Kuningan, Dian Rachmat Januar, menegaskan, Selasa (12/1), ia sebagai warga asli Desa Manis Lor bersama ribuan jemaat Ahmadiyah merasa risih dan prihatin karena hampir setiap saat terjadi gejolak dan pertentangan di kalangan masyarakat, baik sesama antar jemaat maupun dengan warga desa lainnya.
Untuk itulah, kata Harun, ia bersama sejumlah tokoh setempat berinisiatif membentuk sebuah wadah dalam bentuk Forum Bersatu Manis Lor. ”FBM inilah nantinya yang akan turut menyelesaikan berbagai persoalan yang menyangkut warga di Manis Lor, terutama menyangkut ekonomi warga yang saat ini masih tertinggal,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh ”PRLM”, jemaat Ahmadiyah di Kab.Kuningan terkonsentrasi di Desa Manis Lor dan hampir 90% penduduknya dari 4.476 sebagai jemaat Ahmadiyah, atau warga setempat menyebutnya warga Kulon. Setiap Pilkades calon dari Kulon, selalu unggul bila dibanding dengan warga Wetan yang warganya bukan Ahmadiyah.
Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab.Kuningan, Dian Rachmat Januar, menjelaskan, deklarasi FBM itu merupakan rangkaian kegiatan dari program keserasian sosial Dinsosnaker. Kegiatan itu, juga merupakan pra kondisi untuk mengefektifkan program tersebut melalui wadah FBM sehingga forum yang berasal dari rakyat itu bisa eksis.
”Saya berharap melalui kegiatan itu dapat memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan kehidupan ke arah yang lebih harmonis dan mempererat kerukunan di daerah-daerah yang rawan konflik,” paparnya.(A-164/kur)***
Sumber: Pikiran-rakyat.com







0 comments:
Post a Comment